Scroll to top

BTL-08 SD3 Electrocardiograph + Ergometer Stress Test

Dilihat 848 kali

Berat : 0 Gram

Stok 100 set

Kombinasi Electrocardiograph (ECG) + Ergometer Stress Test adalah alat penting dalam diagnostik kardiovaskular yang memungkinkan dokter untuk memantau aktivitas jantung saat di bawah beban fisik, membantu mendeteksi kondisi jantung yang mungkin tidak terdeteksi saat jantung dalam kondisi istirahat.


Seller status : Verified
Chat Penjual.

Share via
Laporkan Penyalahgunaan

Categories : Jantung

Tags : btl

Link Ekatalog : BTL-08 SD3 Electrocardiograph + Ergometer Stress Test

Electrocardiograph (ECG) + Ergometer Stress Test adalah kombinasi alat medis yang digunakan untuk melakukan tes latih jantung (stress test) dengan ergometer, biasanya berupa sepeda statis. Tes ini dirancang untuk memantau aktivitas jantung selama latihan fisik yang terukur guna mendeteksi masalah kardiovaskular.

Berikut penjelasan mengenai alat ini:

1. Electrocardiograph (ECG/EKG):

  • Fungsi: Electrocardiograph (ECG) adalah alat yang digunakan untuk merekam aktivitas listrik jantung selama tes. Elektroda dipasang di tubuh pasien, dan alat ini menghasilkan grafik EKG yang menunjukkan pola aktivitas listrik di jantung.
  • Tujuan: ECG selama stress test membantu mendeteksi kelainan seperti aritmia, penyumbatan arteri koroner, atau gangguan irama jantung yang mungkin tidak muncul saat istirahat tetapi bisa terjadi selama aktivitas fisik.

2. Ergometer:

  • Fungsi: Ergometer adalah alat latihan fisik (biasanya berupa sepeda statis) yang digunakan untuk meningkatkan beban kerja jantung secara bertahap selama tes. Resistansi atau beban pedal bisa disesuaikan untuk meningkatkan intensitas latihan.
  • Tujuan: Ergometer memungkinkan dokter memantau jantung saat bekerja lebih keras, memaksanya untuk merespons peningkatan beban fisik. Ini membantu mengidentifikasi masalah yang muncul saat jantung sedang bekerja di bawah tekanan, misalnya pada penyakit arteri koroner.

Proses Tes Stress ECG dengan Ergometer:

  1. Persiapan: Elektroda dipasang pada tubuh pasien, biasanya di dada, untuk merekam sinyal listrik dari jantung melalui ECG.
  2. Latihan di Ergometer: Pasien mulai mengayuh sepeda ergometer dengan beban yang ringan, dan secara bertahap beban tersebut ditingkatkan untuk meningkatkan intensitas latihan. Ini mensimulasikan beban kerja yang semakin berat pada jantung.
  3. Monitoring Aktivitas Jantung: Selama latihan, ECG akan memantau aktivitas listrik jantung secara real-time. Dokter akan melihat pola EKG untuk mendeteksi apakah ada kelainan yang muncul selama stres fisik.
  4. Evaluasi Respons Jantung: Dokter mengevaluasi perubahan pada grafik EKG, seperti perubahan segmen ST, yang bisa mengindikasikan penyempitan arteri koroner atau masalah lainnya.
  5. Pascates: Setelah latihan dihentikan, jantung akan terus dimonitor selama beberapa menit untuk melihat bagaimana jantung pulih setelah latihan.

Manfaat dan Aplikasi:

  • Mendeteksi Penyakit Jantung Koroner (CAD): Tes ini digunakan untuk mengetahui adanya penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah koroner, yang dapat menyebabkan serangan jantung.
  • Menilai Fungsi Jantung: Tes ini digunakan untuk menilai bagaimana jantung bekerja selama aktivitas fisik yang meningkat, memberikan indikasi kekuatan dan kapasitas jantung dalam menahan beban fisik.
  • Mengevaluasi Gejala: Jika pasien mengalami gejala seperti nyeri dada atau sesak napas saat beraktivitas, tes ini dapat membantu mengidentifikasi penyebab kardiovaskular dari gejala tersebut.
  • Pemantauan Pasca-Operasi: Untuk pasien yang telah menjalani operasi jantung, tes ini dapat digunakan untuk memantau pemulihan dan respons jantung terhadap latihan fisik.



, ,